Jumat, Juni 12, 2009

Dampak Global Warming Bagi Anak


Global Warming, istilah yang kini akrab dan sudah semakin menjadi bagian dari dunia, kini juga menjadi bagian dari kita sebagai penghuni dunia ini. Semoga kita senantiasa tidak pernah bosan bahkan semakin waspada dengan tindakan nyata untuk mengantisipasi Global Warming.

Anak-anak, manusia yang juga penghuni bumi, penerus kehidupan, pun tak luput dari dampak Global Warming. Masalah kesehatan, perkembangan psikologis, dan kelangsungan hidup secara keseluruhan akan menghantui mereka.

Terpaan sinar UV yang semakin besar akan mengakibatkan kanker kulit, suhu yang meningkat akan mengakibatkan kelelahan, dan secara psikologis akan meningkatkan agresivitas perilaku, stress juga dapat mempengaruhi konsentrasi belajar anak.

Dampak Global Warming lainnya seperti Banjir, Angin topan merupakan gangguan keseimbangan alam yang secara tidak langsung menyebabkan terganggunya aktivitas perkembangan anak. Anak terhalang untuk melakukan aktivitas yang disukainya, juga terhambat dalam mengembangkan potensinya, belum lagi Gangguan Stress Pasca Trauma akibat kehilangan orang tua bila terjadi bencana alam dengan skala yang besar merupakan guncangan psikologis bagi anak yang mempengaruhi orientasi kehidupan anak seanjutnya.

Bencana alam akibat Global Warming pun dapat mengakibatkan penyakit2 tertentu seperti kolera, asma, jantung, malaria, dan penyakit-penyakit lainnya.

Kita tidak ingin anak-anak kita mengalami hal-hal dramatis tersebut, oleh karenanya beberapa pakar lingkungan hidup merekomendasikan agar kita bersama-sama mengurangi dampak Global Warming dengan upaya nyata yang dimulai dari hal-hal yang kecil seperti menghemat pemakaian listrik, kendaraan bermotor, dan mengurangi penggunanan plastik, termasuk dalam memilih mainan anak.

Plastik, dalam bentuk apapun merupakan musuh utama bumi kita. Anak-anak lah yang pada akhirnya terkena dampaknya. Dimulai dari proses pembuatan hingga pemusnahannya, plastik mengeluarkan gas-gas yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pembuatan plastik dengan cara pebakaran sudah barang tentu ikut berpatisipasi dalam menciptakan pemanasan global. Yang mengakibatkan suhu bumi kita meningkat. Belum lagi gas dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia termasuk anak-anak yang lebih rentan dibanding orang dewasa. Sifatnya yang non degradable (tidak dapat terurai) , mendorong manusia menimbun sampah-sampah plastik yang sudah tidak terpakai. Atau bahkan di beberapa Negara yang masih banyak warga negaranya belum menyadari, membuang begitu saja sampah yang tidak dapat terurai tersebut. Penimbunan sampah plastik akan mengakibatkan rusaknya struktur tanah yang pada akhirnya rusak pula ekosistem alam. Sedangkan tumpukan sampah yang menggunung, akan mengakibatkan banjir, dan produksi gas metana yang dapat mengakibatkan ledakan yang sifatnya dapat memakan korban jiwa.

Ternyata, zat plastik dapat menghasilkan akibat yang berkepanjangan. Kita tidak ingin kan Global Warming akan terjadi lebih cepat?. So, sayangi bumi, demi anak-anak kita.

sumber gbr: ekojuli.wordpress.com
artikel dari berbagai sumber

Read More......

Amazing of cooking


Siapa sangka siapa mengira, memasak ternyata bukan semata aktivitas orang tua. Aktivitas memasak bersama antara anggota keluarga memberikan dampak yang luar biasa untuk perkembangan multiaspek pada anak-anak seperti perkembangan kognitif, emosi, sosial, dan tak kalah penting adalah perkembangan intrapersonalnya.

Terkadang orang tua merasa direpotkan oleh kehadiran anak di dapur yang notabene malah menimbulkan masalah dan memerlambat pekerjaan. Kotor, belepotan, dan kebersihan yang kurang tejaga, dan kesulitan meluangkan waktu adalah mungkin beberapa alasan orang tua tidak terpikir untuk melakukan aktivitas ini.

Beberapa manfaat di bawah ini harapannya dapat mengubah paradigma tersebut.

  1. Kegiatan memasak bersama melatih intuisi anak. Dengan banyak mengira-ngira takaran bumbu dapur seperti garam, merica, dan gula, anak semakin tajam intuisinya terhadap sesuatu hal. Di dunia luar, ia akan menjadi pribadi yang dapat mengambil keputusan secara bijak. Dapat mengira-ngira perilaku tertentu tepat atau tidak untuk keadaan tertentu.

  2. Kegiatan memasak bersama keluarga membangun semangat kerja sama dalam suatu tim kerja. Di masa yang akan datang anak akan mudah belajar beradaptasi dan mentoleransi perbedaan pendapat dengan orang lain yang berada dalam tim, tentunya bimbingan dan arahan tidak kalah pentingnya untuk diinternalisasikan oleh anak.

  3. Memasak mengajarkan anak untuk mengukur secara matematis. Menggunakan operasi perkalian dan pembagian secara aplikatif.

  4. memasak mengajarkan anak untuk mengenal benda yang ada di alam. Dari mana asal bahan-bahan tersebut, orang tua dapat memasukkan muatan biologi tanpa anak merasa dikulahi.

  5. memasak dapat menjadi stimulasi untuk mengidentifikasi bakat anak.

  6. memasak dapat meningkatkan keterampilan “Life Skill”, untuk jangka panjang dapat menjadi profesi yang bermanfaat.

  7. memasak melatih keberanian anak untuk tidak takut mencoba. Berani mengambil resiko terhadap kegagalan

  8. memasak merangsang kreativitas dan inovasi anak

  9. memasak meltih anak untuk membuat suatu perencanaan dan pengambian keputusan

  10. memasak bersama akan mengeratkan hubungan dalam keluarga.

  11. melalui memasak anak dapat belajar bahasa inggris.

  12. melalui memasak kita dapat mengajarkan kepada anak mengenai seluk beluk gizi dan manfaatnya bagi kesehatan, anak dapat menyajikan menu sehat dan seimbang dan harapannya anak akan menjaga kesehatannya dengan tidak jajan di sembarangan

  13. melalui memasak anak dilatih akan kecerdasan finansial.


Itulah beberapa hal yang saya ketahui dari keajaiban manfaat memasak bagi anak-anak. Semoga bermanfaat.............


picture taken from Google search

Read More......

Minggu, Mei 10, 2009

Dampak Global Warming bagi Anak-anak

Global Warming, istilah yang kini akrab dan sudah semakin menjadi bagian dari dunia kini juga menjadi bagian dari kita sebagai penghuni dunia ini. Semoga kita senantiasa tidak pernah bosan bahkan semakin waspada dengan tindakan nyata untuk mengantisipasi Global Warming.

Anak-anak, manusia yang juga penghuni bumi, penerus kehidupan pun tak luput dari dampak Global Warming. Masalah kesehatan, perkembangan psikologis, dan kelangsungan hidup secara keseluruhan akan menghantui mereka.

Terpaan sinar UV yang semakin besar akan mengakibatkan kanker kulit, suhu yang meningkat akan mengakibatkan kelelahan, dan secara psikologis akan meningkatkan agresivitas perilaku, stress juga dapat mempengaruhi konsentrasi belajar anak.

Dampak Global Warming lainnya seperti Banjir, Angin topan merupakan gangguan keseimbangan alam yang secara tidak langsung menyebabkan terganggunya aktivitas perkembangan anak. Anak terhalang untuk melakukan aktivitas yang disukainya, juga terhambat dalam mengembangkan potensinya, belum lagi Gangguan Stress Pasca Trauma akibat kehilangan orang tua bila terjadi bencana alam dengan skala yang besar merupakan guncangan psikologis bagi anak yang mempengaruhi orientasi kehiduan anak seanjutnya.

Bencana alam akibat Global Warming pun dapat mengakibatkan penyakit2 tertentu seperti kolera, asma, jantung, malaria, dan penyakit-penyakit lainnya.

Kita tidak ingin anak-anak kita mengalami hal-hal dramatis tersebut, oleh karenanya beberapa pakar lingkungan hidup merekomendasikan agar kita bersama-sama mengurangi dampak Global Warming dengan upaya nyata yang dimulai dari hal-hal yang kecil seperti menghemat pemakaian listrik, kendaraan bermotor, dan mengurangi penggunanan plastik, termasuk dalam memilih mainan anak.

Plastik, dalam bentuk apapun merupakan musuh utama bumi kita. Anak-anak lah yang pada akhirnya terkena dampaknya. Dimulai dari proses pembuatan hingga pemusnahannya, plastik mengeluarkan gas-gas yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pembuatan plastic dengan cara pebakaran sudah barang tentu ikut berpatisipasi dalam menciptakan pemanasan global. Yang mengakibatkan suhu bumi kita meningkat. Belum lagi gas dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia termasuk anak-anak yang lebih rentan dibanding orang dewasa. Sifatnya yang non degradable (tidak dapat terurai) , mendorong manusia menimbun sampah-sampah plastic yang sudah tidak terpakai. Atau bahkan di beberapa Negara yang masih banyak warga negaranya belum menyadari, membuang begitu saja sampah yang tidak dapat terurai tersebut. Penimbunan sampah plastic akan mengakibatkan rusaknya struktur tanah yang pada akhirnya rusak pula ekosistem alam. Sedangkan tumpukan sampah yang menggunung, akan mengakibatkan banjir, dan produksi gas metana yang dapat mengakibatkan ledakan yang sifatnya dapat memakan korban jiwa.

Ternyata, zat plastik dapat menghasilkan akibat yang berkepanjangan. Kita tidak ingin kan Global Warming akan terjadi lebih cepat?. So, sayangi bumi, demi anak-anak kita.


sumber gbr: ekojuli.wordpress.com
artikel dari berbagai sumber

Read More......

Kamis, Januari 08, 2009

POMPA AIR TENAGA AIR


Warga Banyumas menemukan pompa air bertenaga air. Ia mendapat penghargaan dua pekan lalu. Tanpa listrik, pompa bisa menyemburkan air hingga ketinggian 300 meter.



Warga Banyumas menemukan pompa air bertenaga air. Ia mendapat penghargaan dua pekan lalu. Tanpa listrik, pompa bisa menyemburkan air hingga ketinggian 300 meter.

DARI koleksi perpustakaan desa, Sudiyanto menemukan buku teknologi terapan itu. Berjudul Pompa Air Tenaga Air—kitab aslinya berbahasa Belanda—isi buku itu tiba-tiba saja mencerahkan benak Yanto. Ia berpikir, apa salahnya mencoba membuat pompa seperti dalam buku itu untuk mengatasi krisis air di desanya.

Desa Grumbul Glempang tempat ia tinggal, juga Desa Kotayasa di Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah, sedang paceklik air. Warga desa harus berjalan kaki ratusan meter menuruni lereng untuk mendapatkan air dari Sungai Lumarapi atau sumber mata air Tuk Sladan, yang dulunya disebut Tuk Begu. Desa Kotayasa malah terletak jauh di ketinggian Gunung Slamet (3.450 meter), sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.

Warga bukannya tak pernah mencoba membuat sumur. Meski sudah digali hingga 25 meter, air yang keluar amat sedikit. Bahkan pada musim kemarau sumur tak berair sama sekali. Untuk berlangganan air dari perusahaan daerah air minum, kebanyakan warga merasa tak mampu. Jarak Desa Kotayasa dengan kota terdekat, Purwokerto, juga cukup jauh: sekitar 17 kilometer.

Kondisi inilah yang membuat pengurus Karang Taruna Desa Grumbul itu tergerak membuat pompa air bertenaga air. Dalam buku tersebut dijelaskan secara terperinci bagaimana mengalirkan air dari lokasi rendah ke tempat yang lebih tinggi. Cara pembuatannya pun cukup sederhana, yakni dengan memanfaatkan teknologi hydraulic ram (hydram). Sayang, dalam buku itu tertulis pompa hanya mampu mengalirkan air setinggi tujuh meter. Sedangkan sungai atau sumber air di Desa Kotayasa jaraknya mencapai ratusan meter.

Tanpa dasar pengetahuan mekanika fluida, Yanto tetap nekat mencoba. Kendala pertama yang dihadapi: ia tak punya modal. Beruntung, saudara-saudaranya mau meminjamkan uang Rp 5 juta untuk membeli bahan yang diperlukan.

Pada awalnya Yanto mengaku telah mengikuti semua prosedur yang ditulis dalam buku. Setelah peralatan terpasang, ia mengalirkan air ke dalam pompa tapi air tak mau menyembur. ”Sepuluh kali gagal. Selama sekitar dua tahun saya terus mengutak-atik pompa air tersebut,” ucap ayah lima anak lulusan aliyah ini. ”Banyak tetangga menganggap saya gila waktu itu.”

Tak patah arang, lelaki yang kini berusia 41 tahun itu terus berupaya memperbaikinya. Pada suatu saat sebuah ketidaksengajaan terjadi. Pompa hydram buatannya bocor. Tapi kebocoran itu justru membuat aliran air kian deras. Seperti mendapat angin segar, Yanto memodifikasi pompa air tersebut dengan membuat beberapa lubang. Hasilnya, air mampu menyembur setinggi 18 meter, lebih tinggi dari yang tertulis di buku. Air bahkan bisa menjangkau ketinggian 300 meter. ”Saya langsung berteriak seperti orang gila. Ternyata percobaan saya tak sia-sia,” ucapnya.

Mulanya Yanto hanya membuat saluran pipa air khusus ke rumahnya. Jarak ketinggian antara sumber air dan rumahnya 315 meter. Tetangganya yang dulu mencemooh kini ikut menikmati air hasil pompa hydram buatannya. Agar warga mudah memperoleh air bersih, dibuatlah sebuah bak penampungan. Pada musim kemarau, warga Desa Kotayasa tak lagi kekurangan air bersih.

Pompa air tenaga air buatan Yanto ini akhirnya terdengar hingga melampaui batas Desa Kotayasa. Panitia Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2008 menangkap informasi tersebut. Indonesia Berprestasi adalah suatu kompetisi prestasi yang diselenggarakan PT Excelcomindo Pratama Tbk., salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Salah satu kategori yang dilombakan adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Di kategori ini, temuan Yanto didaftarkan.

”Kami memilih mereka yang mampu membangkitkan semangat anggota masyarakat lain, sekecil apa pun prestasi yang dibuat oleh orang tersebut,” ucap Adrie Subono, salah satu anggota dewan juri. ”Dengan semangat yang tertular, akan muncul multiplier effect yang menciptakan orang-orang berprestasi lain bagi lingkungannya,” Adrie menambahkan.

Setelah melalui verifikasi ketat, pompa air tenaga air buatan Yanto dinyatakan sebagai pemenang di Jakarta dua pekan lalu. Menurut dewan juri, teknologi pompa air tersebut amat aplikatif dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat yang hidup di pegunungan. Di putaran final ia mengalahkan seorang profesor yang membuat teknologi listrik tenaga surya. ”Lumayan juga, orang tak berpendidikan mengalahkan profesor,” kata Yanto sembari tertawa lebar.

Mekanisme kerja pompa buatan Sudiyanto cukup sederhana. Air dari sumber air ditampung dalam sebuah bak dengan ketinggian sekitar lima meter. Air dialirkan ke tempat yang lebih rendah menggunakan pipa. Dengan kemiringan tertentu air tersebut dialirkan ke hydram. Setelah masuk ke hydram, disemburkan ke atas atau ke tempat penampungan air di sekitar perkampungan penduduk. Semua proses tak membutuhkan bahan bakar minyak maupun listrik.

Prinsip kerja pompa air tersebut adalah memanfaatkan daya dorong air dari ketinggian tertentu untuk menaikkan kembali air tersebut. Kemiringan antara air turun, pompa, dan air naik juga menjadi faktor penting. ”Ini yang saya belum tahu rumus fisikanya,” ujar Yanto terus terang. Ia berharap ada ahli atau konsultan yang bisa membantunya menemukan rumus fisika tersebut.

Hydram dibuat dari pipa galvins. Terdiri atas pipa input (tempat air masuk), pompa, dan pipa output. Di dalam pompa (berbentuk tabung berdiameter 40 sentimeter), ada klep yang terbuat dari potongan ban bekas. Fungsinya mengatur komposisi udara dan air yang akan dimampatkan ke saluran output. Komposisi yang pas antara udara dan air inilah yang menjadikan air bisa terdorong ke atas. Semakin terjal atau semakin tinggi air dialirkan, semakin kuat pula daya dorongnya.

Setelah sukses membuat desanya berkecukupan air, Yanto kini terobsesi membantu desa lain yang memiliki masalah serupa. Di depan rumahnya, teras berukuran 2 x 3 meter persegi menjadi bengkel pembuatan pompa hydram. Namun hingga kini hasil karyanya belum dipatenkan. Penyebabnya, ya itu tadi, ia belum tahu rumus fisika temuannya. Penjelasan mekanika fluida yang logis memang diperlukan lembaga paten untuk temuan Yanto.

Sembari menanti uluran tangan ilmuwan yang mau membantunya, ia mulai menerima pesanan pompa hydram dari daerah lain seperti dari Tegal dan Purbalingga. Untuk pompanya saja, ia menjual Rp 1,5 juta. Untuk pipa berukuran 1 dim ia memasang harga Rp 2,5 juta dan ukuran 2 dim dikenai tarif Rp 3,5 juta. Jasa borongan atau pembangunan satu unit juga bisa dia kerjakan, dengan ongkos Rp 25 juta. ”Saya tak mengambil untung banyak, kok,” ujarnya. ”Ini lebih ke proyek sosial. Yang penting banyak warga menikmati temuan saya.”

(Sumber: Majalah Tempo, 42/XXXVII, 08 Desember 2008)

Menakjubkan !!!
Kata yang tepat untuk mengekspresikan kekaguman saya terhadap bapak Sudiyanto. Walaupun beliau notabene hanya lulusan setingkat SMA, bapak Sudiyanto menambah daftar catatan sejarah orang yang berkontribusi besar untuk orang banyak. Tak peduli dikatakan sudah tidak waras, saya kagum, beliau tetap yakin akan jalan yang harus ia tempuh, sekalipun membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dikatakan “snewen” saja kita sudah keder, boro-boro harus mengeluarkan uang, waktu, dan tenaga tentu saja.
Tapi itulah keistimewaan “orang biasa yang luar biasa”. Dengan berbekal keyakinan dan cinta (menurut saya). Di kala orang lain tidak peka, suara hatinya berbicara yang melahirkan keyakinan yang berbuah manis. Hal itu rupanya tidak dimiliki setiap orang, bahkan seorang profesor sekalipun.
Sebuah pelajaran moral bagiku, bahwa jangan pernah meremehkan apapun, dan jangan mudah patah arang terhadap cita-cita luhur. Kalaupun tidak terealisasi, toh Tuhan tidak pernah tidur. Dengan Kebijaksanaan-Nya, pastilah semua jerih payah kita tidaklah sia-sia. Dialah yang paling menghargai kita. Satu hal lagi, jadilah pembelajar sejati. Karena jiwa pembelajar tidak ditentukan oleh seberapa tingginya tingkat pendidikan seseorang. Jiwa pembelajar akan melahirkan kebijaksanaan, bukan kesombongan.



Read More......

Selasa, Januari 06, 2009

Ada apa dengan "Utang" tidur ?


RENCANA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digaungkan Gubernur Fauzi Bowo beberapa waktu lalu, yaitu mengatasi kemacetan lalu lintas dengan memajukan jam masuk sekolah, selayaknya ditinjau ulang. Memang alasan yang diungkapkan gubernur tentang hal itu baik, tapi dari sudut kesehatan, pemajuan jam sekolah itu malah akan merugikan.
Selama ini, jam masuk sekolah adalah pukul 07.00. Bila peraturan pemerintah provinsi itu dilaksanakan, jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 atau 06.45.
Menurut Dr Andreas Prasadja, RPSGT, Sleep Technologist dari Sleep Disorder Clinic Rumah Sakit Mitra Kemayoran, kebijakan itu akan berdampak pada kualitas pendidikan, prestasi akademis, dan perilaku anak-anak.


RENCANA Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digaungkan Gubernur Fauzi Bowo beberapa waktu lalu, yaitu mengatasi kemacetan lalu lintas dengan memajukan jam masuk sekolah, selayaknya ditinjau ulang. Memang alasan yang diungkapkan gubernur tentang hal itu baik, tapi dari sudut kesehatan, pemajuan jam sekolah itu malah akan merugikan.
Selama ini, jam masuk sekolah adalah pukul 07.00. Bila peraturan pemerintah provinsi itu dilaksanakan, jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 atau 06.45.
Menurut Dr Andreas Prasadja, RPSGT, Sleep Technologist dari Sleep Disorder Clinic Rumah Sakit Mitra Kemayoran, kebijakan itu akan berdampak pada kualitas pendidikan, prestasi akademis, dan perilaku anak-anak.
"Perlu diketahui, di negara-negara maju saat ini justru sedang terjadi gerakan untuk memundurkan jam masuk sekolah demi meningkatkan kualitas anak didik," kata Andreas Prasadja.
Peningkatan kualitas belajar anak, menurut dia, ada hubungannya dengan waktu tidur anak. Itu sebabnya, House Congressional Resolution 135 mendorong sekolah-sekolah di Amerika Serikat untuk memundurkan jam masuk sekolah dari pukul 07.00 menjadi pukul 08.30.
Kesehatan tidur
Menurut Andreas Prasadja, ada sebuah mekanisme pengaturan siklus kehidupan yang bernama irama sirkadian. Sepanjang hari, irama sirkadian berdetak menentukan saat-saat yang tepat bagi seseorang untuk makan, tidur, atau beraktivitas. Dia memberikan rasa segar di pagi hari, rasa lapar pada tengah hari, kantuk pada jam 13.00-14.00, dan rasa segar kembali di pukul 16.00-an. Tentu saja ini akan bervariasi pada setiap individu.
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, menurut Andreas, adalah utang tidur. Utang tidur adalah jumlah kekurangan tidur yang membebani. Prof. William Dement, bapak kedokteran tidur, mengatakan, semakin besar utang tidur semakin besar pula dorongan untuk tidur. Besarnya utang tidur juga akan menghambat kemampuan kita untuk berpikir dan bekerja. Pada anak-anak kekurangan tidur akan berakibat langsung pada kesehatan, prestasi akademis, dan kemampuan fisiknya untuk berolahraga.
Menurut pantauan Andreas, banyak anak, khususnya remaja, saat ini mengalami kekurangan tidur kronis akibat jadwal kegiatan yang tidak memperhatikan jam biologis/irama sirkadian. Jam biologis remaja berbeda dengan orang dewasa. Saat orangtuanya mulai mengantuk di jam 22.00, mereka sedang berada dalam kondisi segar penuh vitalitas, dan baru mengantuk setelah lewat malam. Kebutuhan tidur mereka pun lebih panjang, yaitu 8,5-9,25 jam. Padahal mereka harus bangun pagi hari mengejar pukul 07.00 untuk masuk sekolah.
Kekurangan tidur pada remaja menyebabkan mereka mengalami masalah emosional. Karena masih kurang tidur saat malam, di pagi hari mereka begitu sulit dibangunkan, dan sepanjang hari di sekolah mereka sulit mengarahkan konsentrasi secara penuh. Beberapa di antaranya bahkan tertidur di dalam kelas. Kekerasan, kenakalan, dan masalah emosional pada remaja juga diperberat oleh kondisi kurang tidur ini.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation (Amerika Serikat) menunjukkan bahwa anak-anak yang cukup tidur (lebih 8 jam sehari) mempunyai prestasi akademis yang lebih baik dibanding yang kurang tidur. Sementara penelitian lainnya di Universitas Minnesota membuktikan manfaat menggeser jam masuk dari pukul 07.15 menjadi 08.40.
Para ahli bahkan terkejut dengan banyaknya kemajuan yang dialami para mahasiswa hanya dengan menambahkan kurang dari satu jam tidur setiap harinya. Prof Dement mencatat perubahan pada salah seorang mahasiswinya yang mengatakan bahwa dosen kuliah paginya kini tidak lagi membosankan setelah dia mencukupi kebutuhan tidurnya.
Jadi, menurut Andreas, ada baiknya pemerintah meninjau ulang kebijakan itu. Lebih baik jam sekolah dimundurkan daripada dibuat lebih pagi. Sebab, tidur memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Kita melakukan kesalahan besar jika tidak memperhatikan kesehatan tidur. Untuk itu, saya sebagai seorang dokter, orangtua, dan warga Jakarta, memohon kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk mempertimbangkan kualitas anak-anak kita dalam membuat kebijakan untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota," katanya. (Warta Kota/sra)

MANFAAT CUKUP TIDUR BAGI ANAK
Mary Carskadon, PhD, seorang ahli di bidang tidur remaja
merumuskan beberapa manfaat kecukupan tidur bagi remaja:
  1. Tidak mudah mengalami depresi.
  2. Mengurangi kenakalan remaja.
  3. Nilai akademik yang lebih baik.
  4. Mengurangi angka ketidakhadiran di kelas.
  5. Mengurangi risiko mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kantuk.
  6. Prestasi olahraga yang lebih baik.
  7. Daya tahan terhadap penyakit infeksi yang lebih kuat.
  8. Mengurangi risiko berbagai gangguan metabolik, termasuk obesitas.
((*/sra) , Kamis, 31 Januari 2008 | 01:05 WIB. www.Kompas.com)

Itu tadi adalah kutipan dari salah satu berita di situs Kompas mengenai reaksi terhadap kebijakan pemerintah propinsi DKI yang memajukan waktu masuk anak sekolah.
Opini dari pakar “tidur” cukup ilmiah dan berdasar. Ditambah banyaknya penelitian dan bukti-bukti yang mengarah pada penolakan secara keras peraturan baru tersebut. Namun, bolehlah kiranya saya ikut beropini dari sudut pandang yang lain.
Bila kita melihat dari kaca mata empiris, banyak tokoh-tokoh besar yang kedepannya membawa pengaruh pada peradaban, sebut saja Habibi, Rasululloh, dan masih banyak tokoh lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan semua, mereka lahir dari glemblegan kerasnya hidup. Jangankan tidur, makan saja mereka harus berjuang. Mereka relakan waktu tidurnya terkurangi untuk berjuang memenuhi kebutuhan yang mungkin kebanyakan anak-anak tidur pada saat itu. Bagaimana teori “utang tidur” menjelaskan ini?.
Kemudian satu hal lagi yang perlu dilihat kemungkinannya adalah bila yang dikenai peraturan masuk lebih awal adalah orang yang bekerja, tidakkah kita memperkirakan hal tersebut juga sebenarnya sama saja membangunkan anak lebih awal? Dikarenakan orang tua yang terlebih dahulu mengantar anaknya ke sekolah sebelum ke kantor? Justru anak akan dibangunkan lebih awal lagi.
Saya mendapatkan informasi dari beberapa wacana mengenai manfaat bangun di pagi hari. Aristoteles mengatakan bahwa kebiasaan bangun bagi sebelum matahari terbit, mampu membuat kita menjadi lebih sehat, sejahtera dan bijaksana. Dengan membiasakan bangun sebelum matahari terbit, produltivitas kita akan meningkat, badan terasa lebih sehat dan semangat untuk mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan akan meningkat. Hal ini akan membuat hidup kita menjadi lebih sejahtera (http://www.musida.web.id/indo/manfaat-bangun-lebih-pagi).
Ketika bangun pagi, anak dapat menikmati udara segar yang belum terkena polusi, jika kita tinggal di perkotaan. Saat itu sangat tepat untuk memasukkan sebanyak mungkin udara segar ke paru-paru dengan berolah raga. Dengan kata lain, membiasakan bangun pagi dapat membuat pikiran dan tubuh anak-anak jauh lebih sehat.
Di pagi hari, anak akan melihat semua hal berbeda dibandingkan pada waktu-waktu setelahnya. Kesegaran yang hadir di pagi hari memunculkan mood yang baik untuk belajar. Sehingga bangun pagi sebenarnya juga membuat anak lebih bersemangat dalam menjalani seluruh aktivitas setelahnya. Oleh karena bangun pagi perlu dijadikan budaya bangsa.
Bangun pagi juga dapat meningkatkan produktivitas bahkan disiplin pribadi anak-anak ketika dewasa. Ketika anak bangun lebih siang, besar kemungkinan anak mengalami kesulitan untuk memenuhi berbagai janji atau aktivitas di pagi hari. Kelak, anak mungkin bisa menghindari kesulitan ini dengan sedikit menggeser janji ke siang hari. Namun tentu akan ada saat di mana anak kita nantinya harus memenuhi janji di pagi hari. Ketika hal itu terjadi mereka hanya ada dua pilihan, terlambat hadir atau datang dengan kondisi kurang segar akibat kurang istirahat. Keduanya sama-sama tidak menguntungkan. Tanpa disadari produktivitas mereka terus menurun akibat beban kerja yang tidak proporsional dengan alokasi waktu yang tersedia dan mereka kelak semakin sering kehilangan berbagai peluang potensial. (http://www.bagansiapiapi.net/id/topic.php?id=1046).
Bangun di subuh hari, untuk menjalankan sholat subuh adalah sudah menjadi kebiasan seorang muslim, dan dzikir di pagi hari menjelang matahari terbit, sangatlah dianjurkan dalam Islam. Mengutip dari ucapan ibu Nur Afiati (http://www.eramuslim.com/oase-iman/selamat-pagi.htm) bahwa dalam pagi hari terdapat keberkahan. Seperti pepatah di kalangan orang Arab yang menyebutkan bahwa berkah itu ada di waktu pagi, albarakatu fi bukuriha.
Waktu pagi, menyimpan banyak keutamaan. Salah satunya adalah keutamaan zikir pagi yang dianjurkan untuk memperoleh banyak rahmat Allah SWT. “Dan sebarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaan-Nya” (Al-Kahfi; 28).
Waktu pagi adalah waktu pergantian tugas malaikat malam dan siang. Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya bahwa waktu shubuh adalah masa di mana para malaikat malam naik ke langit digantikan dengan malaikat siang. Sungguh terasa indah jika saat-saat pergantian malaikat itu, kita sedang berada dalam kondisi taat kepada Allah swt.
Waktu-waktu shubuh di pagi hari adalah waktu yang oleh para ulama dianggap sebagai waktu terbaik untuk mendalami suatu ilmu. Suasana pagi yang tenang membuat konsentrasi dan kemampuan memahami meningkat. Ibnu Jarir Ath Thabari, yang mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama empat puluh tahun terakhir masa usianya, melakukan murajaah akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal shubuh. Lukman Al-Hakim pun mengingatkan anaknya tentang kemuliaan pagi dan mudahnya akal menyerap ilmu dengan mengatakan, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”
Jadi bagaimana mungkin, kita menghindari bangun pagi, sementara banyak sekali manfaat yang didapatkan? Sementara kita ingin bangkit dari ketertinggalan dengan Negara lainnya. Saya pikir yang perlu disiasati disini adalah waktu tidur yang dimajukan, agar anak tidak kekurangan hak untuk mengistiraatkan badan dan otaknya. Selain itu perlu dipertimbangkan pula bahwa aktivitas les yang terlalu padat melebihi kapasitas anak seusianya, akan mempengaruhi kelelahan otak yang justru akan menghambat perkembangan multidimensi anak.
Jadi, saya pribadi menghimbau pembaca semua, termasuk anak-anak….yuk, bangun pagi !!! 

Read More......

Senin, Januari 05, 2009

Suplemen bagus untuk pendidik


Aku habis beli buku bagus. Aku rekomendasi deh. Penulisnya Ayah Edi, asli bukunya renyah (krupuk kale), bahasanya mudah sekali dicerna, dan yang pasti, applicable. Kita tidak dipusingkan oleh berbagai macam teori rumit (itu cukuplah jadi makanan orang-orang psikologi). Tapi langsung pada permasalahan yang awam terjadi beserta solusinya.

Buku yang berjudul “Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Sulit Diatur”ini, berisi tentang 37 kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak yang tanpa disadari sudah menjadi habit nya pola asuh kebanyakan pendidik -org tua and guru-

Rupanya sang penulis punya mimpi yang sangat mulia –yang harusnya dimiliki setiap kita- yaitu “Membangun Indonesia Strong From Home”. Ternyata setiap kita punya andil yang sangat besar loh untuk kemajuan bangsa ini. Dari rumah, dimulai dari struktur organisasi terkecil –keluarga- semuanya bermula. Pola komunikasi dengan pasangan hidup, anak, dan pola asuh, akan memberikan kontribusi besar terhadap bagaimana penyikapan seseorang terhadap segala hal yang dihadapinya termasuk masalah di kemudian hari.

So, meminjam dari istilah Aa’ Gym, ayo kita bangun Indonesia mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan mulai saat ini juga. Berangkat dari keluarga, Indonesia akan kuat. Indonesia Strong from Home

Read More......

Jumat, Agustus 29, 2008

Ramadhan dan Nasehat kedermawanan



Ramadhan dan puasa, ibarat lembaga yang menawarkan proses penempaan dan perbaikan diri yang menyeluruh; baik jiwa, ruh, fisik maupun akhlak. Dan salah satu proses yang sangat penting adalah menumbuhkan ruh kedermawanan yang melahirkan sikap kepekaan dan kepedulian social dan solidaritas sesama.

Puasa bukan semata ibadah yang mengajarkan kita kepatuhan dan ketundukan kepada Allah SWT untuk meninggalkan semua hal yang membatalkanny.



Ramadhan dan puasa, ibarat lembaga yang menawarkan proses penempaan dan perbaikan diri yang menyeluruh; baik jiwa, ruh, fisik maupun akhlak. Dan salah satu proses yang sangat penting adalah menumbuhkan ruh kedermawanan yang melahirkan sikap kepekaan dan kepedulian social dan solidaritas sesama.

Puasa bukan semata ibadah yang mengajarkan kita kepatuhan dan ketundukan kepada Allah SWT untuk meninggalkan semua hal yang membatalkannya.
Tetapi puasa juga menjadi sarana pembelajaran agar kita mau dan mampu merasakan bagaimana penderitaan orang-orang miskin yang tak berpunya, yang merasakan kekurangan dan kelaparan tidak hanya sebatas dari terbit fajar hingga tenggelam matahari, dalam kurun waktu sebulan, namun hamper setiap hari di sepanjang keadaan itu belum beranjak dari mereka.

Bahkan kewajiban puasa di bulan Ramadhan ini, seorang salafu shalih pernah ditanya mengapa ia disyariatkan?. Dia menjawab, “agar orang kaya dapat merasakan lapar sehingga tidak melupakan orang yang kelaparan.

Dari sini kita tahu, begitu dekatnya hubungan puasa dan kedermawanan. Karenaitulah, maka Rasululllah SAW yang sangat dermawan, lebih bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan. Ibnu Abbas ra berkata, ”Nabi SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan sifat sifat kedermawanannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan ketika (malaikat) jibril menemuinya untuk mengajarkan Al-Quran. Sungguh, keadaan Rasulullah SAW saat ditemui oleh jibril sangat dermawan pada kebaikan, melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedermawanan adalah sifat lapang dan senang memberi, dan itulah sifat Allah SWT, seperti disabdakan Rasulullah SAW, ”sesungguhnya Allah Maha Dermawan, Maha Pemurah dan menyukai kemurahan.” (HR Tirmidzi). Seseuai dengan firman Allah ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah:186).

Kedermawanan Allah dan rasul-Nya di bulan mulia ini, telah pula menjadi tuntutanan hidup para salafus Shalih dalam menjalankan dan menyempurnakan ibadah puasa mereka. Bila kita menelusuri sisi kehidupan kaum salaf, kita menemukan mereka saling menyantuni pada saat berbuka. Bahkan kadang ada yang mengutamakan memberi makan orang lain daripada diri sendiri, lalu mereka melewati malam dalam keadaan lapar. Ibnu Umar ra, misalnya, ia tidak berbuka puasa kecuali bersama orang-orang miskin, beliau tidak akan makan malam.

Apabila ada orang yang datang meminta-minta pada saat ia sedang makan, maka dengan segera ia berdiri dan memberikan jatah makanannya kepada orang itu. Pada saat kembali ke tempat makan, ia tak mendapati lagi apa-apa. Dan besoknya ia tetap berpuasa tanpa makan apapun sebelumnya.

Dikisahkan pula, Hasan Al Basri biasa memberi makan saudara-saudara dan teman-temannya sedang ia sendiri sedang berpuasa sunah, lalu ia duduk mengipasi saudara-saudaranya yang sedang makan.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan salam sejahtera kepada ruh-ruh mereka yang kini tak tersisa dari mereka selain berita dan kenangan. Betapa banyak dari mereka yang merelakan hak yang wajib mereka dapatkan, namun mereka lebih mengedepankan kepentingan orang lain daripada diri mereka sendiri.

Abu Bakar Bin Abi Maryam meriwayatkan dari para Syaikhnya bahwasanya mereka berkata, ”apabila telah tiba bulan Ramadhan, perbanyaklah melakukan sadaqoh untuk jihad di jalan Allah dan berdzikirlah. Sebab sekali ucapan tasbih pada bulan ramadhan lebih utama dari seribu kali tasbih pada bulan lainnya.

Diantara mereka juga ada yang berkata ” sholat itu dapat menghantarkan pelakunya menuju setengah jalan. Puasa dapat mengantarkannya menuju pinti Raja (Allah SWT). Dan sedekah akan merengkuh tangannya dan membimbingnya menghadap raja.”

Di bulan Ramadhan ini, seraya menjalankan ibadah puasa adalah sebuah keutamaan jika kita bisa mewarisi sedikit dari sifat kedermawanan Allah SWT, meneladani apa yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, serta mempraktekkan nasehat-nasehat kedermawanan dari para salafus shalih, agar puasa yang kita lakukan tidak hanya sebatas ibadah pribadi yang tidak memberi bekas kepada sesama yang ada di sekitar kita.


Dari : Majalah Tarbawi, Oktober2007


Selamat datang Ya...Ramadhan. Selamat berbahagia wahai insan, dalam perjumpaan dengan bulan penuh kemuliaan ini. Maaf lahir batin dari saya .

Read More......