Anak-anak, manusia yang juga penghuni bumi, penerus kehidupan, pun tak luput dari dampak Global Warming. Masalah kesehatan, perkembangan psikologis, dan kelangsungan hidup secara keseluruhan akan menghantui mereka.
Terpaan sinar UV yang semakin besar akan mengakibatkan kanker kulit, suhu yang meningkat akan mengakibatkan kelelahan, dan secara psikologis akan meningkatkan agresivitas perilaku, stress juga dapat mempengaruhi konsentrasi belajar anak.
Dampak Global Warming lainnya seperti Banjir, Angin topan merupakan gangguan keseimbangan alam yang secara tidak langsung menyebabkan terganggunya aktivitas perkembangan anak. Anak terhalang untuk melakukan aktivitas yang disukainya, juga terhambat dalam mengembangkan potensinya, belum lagi Gangguan Stress Pasca Trauma akibat kehilangan orang tua bila terjadi bencana alam dengan skala yang besar merupakan guncangan psikologis bagi anak yang mempengaruhi orientasi kehidupan anak seanjutnya.
Bencana alam akibat Global Warming pun dapat mengakibatkan penyakit2 tertentu seperti kolera, asma, jantung, malaria, dan penyakit-penyakit lainnya.
Kita tidak ingin anak-anak kita mengalami hal-hal dramatis tersebut, oleh karenanya beberapa pakar lingkungan hidup merekomendasikan agar kita bersama-sama mengurangi dampak Global Warming dengan upaya nyata yang dimulai dari hal-hal yang kecil seperti menghemat pemakaian listrik, kendaraan bermotor, dan mengurangi penggunanan plastik, termasuk dalam memilih mainan anak.
Plastik, dalam bentuk apapun merupakan musuh utama bumi kita. Anak-anak lah yang pada akhirnya terkena dampaknya. Dimulai dari proses pembuatan hingga pemusnahannya, plastik mengeluarkan gas-gas yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Pembuatan plastik dengan cara pebakaran sudah barang tentu ikut berpatisipasi dalam menciptakan pemanasan global. Yang mengakibatkan suhu bumi kita meningkat. Belum lagi gas dioksin yang berbahaya bagi kesehatan manusia termasuk anak-anak yang lebih rentan dibanding orang dewasa. Sifatnya yang non degradable (tidak dapat terurai) , mendorong manusia menimbun sampah-sampah plastik yang sudah tidak terpakai. Atau bahkan di beberapa Negara yang masih banyak warga negaranya belum menyadari, membuang begitu saja sampah yang tidak dapat terurai tersebut. Penimbunan sampah plastik akan mengakibatkan rusaknya struktur tanah yang pada akhirnya rusak pula ekosistem alam. Sedangkan tumpukan sampah yang menggunung, akan mengakibatkan banjir, dan produksi gas metana yang dapat mengakibatkan ledakan yang sifatnya dapat memakan korban jiwa.
Ternyata, zat plastik dapat menghasilkan akibat yang berkepanjangan. Kita tidak ingin kan Global Warming akan terjadi lebih cepat?. So, sayangi bumi, demi anak-anak kita.
sumber gbr: ekojuli.wordpress.com
artikel dari berbagai sumber







